Sunday, August 15, 2010

Teman Sejati

Sahabat dalam Perjamuan Terakhir .....
Untukmu wahai sahabat

Baiklah sahabat, rasanya sudah cukup persiapan jamuan terakhir bagi diriku setelah kulengkapi dengan simfoni langit malam. Sahabat, kau telah menemaniku selama ini dan tak ada rangkaian kata-kata yang dapat menyempurnakan ucapan terimakasihku pada mu. Kaulah tempatku menyandarkan tulang dan tubuhku ketika ku lelah berjalan dan lemah tak berdaya, kaulah tempatku untuk berbagi kesedihan, kaulah tempatku untuk menitipkan dan menjaga seluruh rahasiaku, kaulah tempatku untuk berkaca atas segala tindakanku, kaulah tempatku untuk menyimpan airmata dan kaulah perisai serta cahaya bagi hidupku.

Selama ini kau tak pernah mengkhianatiku, dan tak pernah berlari meninggalkanku. Namun sobat, aku bukanlah pemilik atas raga ini, aku hanya meminjamnya dengan sebuah perjanjian untuk mentaatiNya. Setelah hari ini, aku kan menyempurnakan janjimu padaku sehingga terbebaslah dirimu atas tanggungan diriku. Dan aku pun tak kan pernah mengkhianatimu serta meninggalkanmu, hingga kematian merenggut segala janji manusia.

Aku telah banyak menyusahkanmu dalam hidup kali ini, dan mungkin akan menyusahkanmu kembali pada saat akhir perjamuan. Jika kau berkenan maka temanilah diriku hingga jiwaku berpisah atas ragaku dan kembali kepada Tangan Yang Memilikinya. Jangan biarkan diriku sendiri ketika semuanya berlalu. Satukanlah kedua tanganku di atas dadaku dan basuhlah keningku dengan air suci yang mengalir dari kedua mataku, tapi jangan pernah kau campur dengan air matamu.

Baiklah sebelum semuanya berlalu, kita minum bersama dari cangkir yang sama, madu yang sama dan kita dengarkan simfoni langit malam. Sungguh kau tak pernah mengambil hak ku, dan ku tak pernah mengambil hak mu. Jika kau berkenan akan ku berikan seluruh sisa hak ku kepada mu saat ini. Sahabat, nampaknya mata ini kian memberat dan nafas ini kian saja mencekik leherku. Baiklah sahabat, mungkin semuanya akan mulai berlalu.

Dengarlah sahabatku, jika setelah ini kekasih yang tak pernah ku miliki datang mencariku, maka katakanlah kepadanya bahwa aku telah melakukan yang terbaik atas hal-hal yang ku bisa lakukan. Katakan kepadanya cinta lebih terasa bermakna ketika nampak kemustahilan untuk menggapainya, cinta tidak membuatku lemah namun membuatku bertahan hingga detik terakhir –walaupun apa yang ku rasakan lebih banyak rasa sakit atasnya-. Katakan padanya bahwa kepingan hati yang telah dia hancurkan dahulu telah ku rangkai kembali menjadi istana tanpa tahta yang akan selalu menunggu kehadirannya. Katakan kepadanya bahwa pilar-pilar yang menyangga mimpi dan harapan yang dahulu ia luluhlantahkan telah ku bangun kembali dan menunggu dirinya untuk menggantungkan kembali mimpi dan harapan tersebut.

Sahabat, jika ia menanyakan dimanakah kedamaian setelah ini berlalu, maka katakanlah kepadanya bahwa telah ku tinggalkan untuknya beberapa tahun yang lalu namun dirinya tak kunjung datang dan kini ku kembalikan damai kepada Pemiliknya. Jika ia menanyakan tentang cintaku padanya, maka katakanlah bahwa ku membiarkannya pada mataku dan bagian besar pada hatiku yang tak lagi bernyawa. Jika ia menanyakan tentang kebahagiaan, maka katakan kepadanya bahwa kebahagiaan tersebut telah ia rampas dahulu ketika dia meninggalkanku dan tidak ada lagi yang tersisa kini. Dan jika ia menanyakan tentang segala janji yang pernah ku ucapkan, maka katakanlah kepadanya bahwa janji adalah seperti duri yang menusuk pada dagingku, aku akan berusaha memenuhinya walaupun terlambat dan jika sampai akhir hidupku masih ada janji yang tertinggal maka bantulah aku untuk memenuhinya terkecuali tentang cinta –karena telah ku berikan kesempatan baginya dahulu- dan kehidupanku -yang ku tak punya kuasa atasnya-.

Wahai sahabat, ambilkanlah air suci yang bergelinang di kedua mataku dan basuhlah keningku dengannya. Ah mungkin akan lebih baik jika diriku menuliskan pesan bagi kekasihku. Sahabat ambilkanlah kertas dan pena agar ku dapat menuliskan pesan untuk kekasih ku yang mungkin akan datang. Wahai sang waktu berikanlah aku detik-detik untuk menuliskan apa-apa yang telah lama ku simpan dalam hatiku.


Wahai jiwa yang lama telah ku tunggu,

Dalam hidupku aku telah mencintai sedikit jiwa, dan tak sadar telah kugantungkan segala impian dan harapan. Dan tak sedikitpun aku menyesalinya, bagiku cinta adalah pelita dan perisai hidup. Tuhanku telah menciptakannya di dalam hatiku dan aku tidak ingin berpaling atasnya.

Kau adalah segalanya bagiku, kau adalah nafas bagi tubuhku, kau adalah cahaya bagi hatiku, kau adalah sumber imajinasi yang bersemayam di dalam benakku. Senyummu adalah tetesan embun yang membasahi kedua bibirku dan menjagaku dari dahaga, suaramu adalah doa bagi jiwaku yang terus saja gelisah, belaianmu adalah kelembutan bagi hatiku yang mengeras batu dan dekapanmu adalah kehangatan bagi hidupku yang sunyi, dingin dan sepi.

Pada saat kau membaca pesan ini maka aku telah memenuhi janjiku untuk menunggumu sampai kematian merenggut janjiku atasmu. Jika kau masih menanyakan cinta maka aku tak dapat mengucapkan selain telah ku habiskan seluruh ruang dalam hatiku untuk mu.

Cinta telah mempertemukan dan menyatukan kami, dan juga cinta yang telah memisahkan kami. Jika cinta tak membawa kau kembali untukku di kehidupan ini, maka cinta kan menyatukan kau dan aku di kehidupan yang akan datang.

Belahan jiwa yang terpisah


Sahabat, sampaikanlah pesan tertulis ini juga kepadanya jika ia datang. Wahai sahabat, rasanya aku tak dapat lagi menahan segalanya, lepaskanlah dan iringi kepergianku. Temanilah jasadku hingga ku sama sekali tidak bergerak, kaku. Biarkanlah kepergianku dalam damai dan jangan biarkan tetes airmatamu memberatkan kepergianku. Setelah semuanya berlalu, tempatkanlah aku di atas bukit sehingga aku dapat melihat dan menunggu kedatangan kekasihku dalam tidur abadiku. Terimakasih wahai penjaga rahasiaku, pengiring hidupku, aku tak dapat mendampingimu lagi dan aku kan menunggumu di kehidupan yang akan datang, jika Tuhanku mengizinkannya. Terimakasih sahabatku.
Terima kasih....


Dipersembahkan buat semua sahabat-sahabat tercinta....sebagai ucapan terima kasih yang telah memberi tawa dan kecerian didalam hidupku...memberi warna diatas kanvas kehidupaku....

dividers49.gif

Thursday, August 12, 2010


"Bisikku pada bulan
Kembalikan temanku
Kekasihku, syurgaku


Tanpa dia malam menemani
Sepi memelukku


Bulan jangan biar siang
Biar alam ini kelam
Biar ia sepi sepertiku ..." (Khalil Gibran)



Wednesday, August 4, 2010

dirimu....


berjumpa denganmu bukan suatu kesengajaan
hati berdebar setelah lama tak merasakan
kau kesempurnaan yang diberikan Tuhan
ketampanan yang meruntuhkan kesetiaan
keromantisan yang menghancurkan penantian
kau anugerah terindah yang pernah kumiliki walaw sesaat
pesona ketampananmu mengusik relung hati dihari”ku
karisma kelelakianmu menghanyutkan gairah lamunan di khayalku
kucinta kamu sygku
ku syg kamu lelakiku
kaulah cinta dan sayangku
kaulah harta karun didalam perjalananku
tatapan matamu menusuk hatiku
sentuhan lembutmu membangkitkan gairahku
lelaki idamanku
terimakasih telah menjadi sandaran sesaatku

cinta itu bukan untuk dilihat
tetapi untuk dirasakan
kehangatan yang timbul karena cinta
seperti jutaan bintang bertabur
di malam hari
walaupun terasa dingin tetapi
aku bisa rasakan hangat

walaupun bintang itu sangat jauh dari
bumi

tetapi,
apakah cinta mengenal satuan meter?

apakah cinta ditemukan oleh thomas alfa edison?

dan apakah cinta itu cinta?

tidak

cinta itu hanya bisa diartikan oleh

orang yang merasakan cinta. . .

setiap orang diciptakan
untuk merasakan cinta.

apakah kamu sudah menemukan

cintamu . .. … …. …..

Sepi Lyrics


Sepi hati terjadi lagi
Mungkin sampai mati aku sepi
Biar senyum hadir di hariku
Namun ini hanya ada di bibir
Di bibir saja

Aku ini yang bisa mengerti
Walaupun yang lain mau mengerti
Namun berat beban di hidupku
Biarkan saja biar saja
Hanya ku yang tahu

Sejarah cinta dan hidupku
Penuh duri dan banyak ranjau
Butuh kesabaran yang penuh
Untuk tetap kuberdiri

Oh! ada saatnya kubicara
Bila hatiku t'lah bulat
Sepanjang ku bisa atasi semua
Aku tetap diam

Oh! sejarah cinta dan hidupku
Penuh duri dan banyak ranjau
Butuh kesabaran yang penuh
Untuk tetap ku berdiri

Oh! ada saatnya ku bicara
Bila hatiku t'lah bulat
Sepanjang ku bisa atasi semua
Aku tetap diam....




Tuesday, August 3, 2010

sepi....


sepi bila kau tiada...
ku rasakan seperti diri ini...
x guna nye utk idup lg...
tp aku harus ingat...
aku bukan hanya ada kau di dunia ini...
family ku...
kawan2ku...
semua itu masih perlu kan ku...
walau hanya sekecil kuman..
aku sepi bila tidak mendengar gelak tawa mu..
aku sepi bila kau tidak membelai ku lg...
tp aku harus ingat,,,
gelak tawa dan belaian...
family ku....
kawan2 ku...
mereka masih ada utk aku....
aku sepi bila kau tidak memarahi aku lg....
tp aku harus ingat....
masih ada yg sudi memrahi aku..
family ku..
kawan2 ku....
cuba kau lihat walau pu engkau tiada.....
tp aku masih ada ....
family ku...
kawan2 ku....
biar pun kau telah meninggal kan aku...
aku masih ada mereka....yg selalu ada di sisi ku..
suka atau pun duka....